Agriculture & Fertilizer
Penetral Tanah Asam — Pupuk Kalsium Alami

Agriculture & Fertilizer

Industrial mineral solutions — PT Wira Energi Utama, North Sulawesi

Tested by Sucofindo / Intertek
Export-Ready Logistics (Port Bitung)
Direct Supplier (No Middleman)

Agriculture & Fertilizer Overview

Indonesian agriculture faces a major challenge: widespread acidic soils, particularly in Sulawesi, Maluku, and Papua. Soils with pH <5.5 cause aluminum and manganese toxicity that dramatically reduces crop productivity. Liming with agricultural limestone (aglime) or hydrated lime is the most effective and economical solution to raise pH and improve land productivity.

Products Used

Agricultural Limestone (Aglime)

Penetral pH tanah asam, sumber kalsium, dan pembenah struktur tanah — aplikasi brodcast

Hydrated Lime

Penetral cepat pH kritis (<5.0) dan desinfektan patogen tanah pra-tanam

Role of Limestone / CaCO3 in Agriculture & Fertilizer

Agricultural limestone (aglime) neutralizes soil acidity: CaCO3 + H2O + CO2 → Ca2+ + 2HCO3-. Ca2+ ions replace H+ and Al3+ on soil colloid surfaces, raising pH and reducing toxicity. Calcium is also an essential macro nutrient for cell wall formation and seed development. Aglime reactivity depends on fineness — finer particles react faster.

Technical Requirements

ParameterValue / Standard
CaCO3 Minimum (CCE)> 85%
Kehalusan Aglime> 40% passing 100 mesh
Moisture Maksimum< 5%
Heavy Metals (Cd)< 3 ppm
Magnesium (MgO)< 5%
Ca(OH)2 (Kapur Padam)> 90%

Process Integration

  1. 1

    Analisis Tanah

    Pengambilan sampel tanah dan analisis pH, Al3+ exchangeable, dan kebutuhan kapur (lime requirement).

  2. 2

    Kalkulasi Dosis

    Dosis aglime dihitung berdasarkan target pH (6.5–7.0 umum crops), CEC tanah, dan CCE produk.

  3. 3

    Aplikasi Pre-Tanam

    Aglime disebarkan merata 2–4 minggu sebelum tanam menggunakan spreader dan diinkorporasi dengan bajak.

  4. 4

    Inkorporasi

    Pengolahan tanah memastikan kontak kapur dengan partikel tanah untuk reaksi netralisasi yang efektif.

  5. 5

    Monitoring pH

    Uji pH tanah dilakukan 4–8 minggu setelah aplikasi untuk verifikasi efektivitas dan kebutuhan dosis lanjutan.

Industry Pain Points

Tanah asam pH <5.5 menyebabkan penurunan produktivitas padi, jagung, dan sawit hingga 40–60%

Harga aglime impor tinggi dan ketergantungan pada pasokan dari Jawa meningkatkan biaya input pertanian

Kehalusan aglime tidak memadai (<20% passing 100 mesh) memperlambat reaksi netralisasi hingga 2–3 musim tanam

Kontaminasi logam berat (Cd, Pb) dalam kapur pertanian kualitas rendah mengkontaminasi rantai pangan

Optimize Your Agriculture & Fertilizer Supply Chain

Consult your specific industrial technical and logistics requirements with PT WEU experts for maximum operational efficiency.

Start Industry Consultation →

PT WEU Value Proposition

PT WEU's limestone from Ratatotok has a high CCE with CaO 55.20%. North Sulawesi location enables more efficient and economical distribution to agricultural centers in Sulawesi, Maluku, and Papua compared to Java-based suppliers. Low heavy metals guarantee food production safety.

Production Capability

Crusher Capacity
250 TPH
Monthly Output
150,000 MT
Operations
24/7
IUP OP Area
97.05 Ha

Use Case Simulation

Perkebunan sawit 1.000 ha dengan pH tanah rata-rata 4.8 membutuhkan dosis aglime 2 ton/ha = 2.000 MT total. Dengan pasokan dari PT WEU via truk (Sulawesi regional), biaya logistik turun 30% vs supplier Jawa. Dalam 2 musim tanam, pH meningkat ke 5.8–6.2 dengan peningkatan yield FFB 15–25%.

FAQ

Berapa dosis kapur yang tepat untuk lahan sawit dengan pH 4.5?
Untuk sawit dengan pH 4.5 dan target pH 5.5, dosis aglime umumnya 2–4 ton/ha tergantung CEC tanah dan CCE produk. Tim teknis kami dapat membantu kalkulasi berdasarkan data analisis tanah Anda.
Apakah lebih baik menggunakan batu kapur atau kapur padam untuk pertanian?
Batu kapur cocok untuk aplikasi regular dan perawatan pH jangka panjang (efek bertahap 6–12 bulan). Kapur padam (Ca(OH)2) lebih cepat bereaksi (2–4 minggu) dan cocok untuk koreksi pH kritis sebelum tanam.
Apakah ada sertifikat bebas kontaminan untuk kapur pertanian PT WEU?
Ya. Analisis heavy metals (Cd, Pb, As, Hg) tersedia atas permintaan dan menunjukkan kadar jauh di bawah batas aman pertanian organik internasional.
Tersediakah pengiriman ke remote area di Sulawesi?
Untuk lokasi pesisir, distribusi via kapal kecil dari Bitung atau Kotabunan tersedia. Untuk darat, kami bermitra dengan armada ekspedisi lokal Sulawesi.
Apakah aglime PT WEU cocok untuk tanaman padi lahan gambut?
Untuk lahan gambut (pH umumnya 3.5–4.5), aplikasi kombinasi dolomit dan aglime direkomendasikan. PT WEU dapat membantu merancang program pengapuran bertahap yang efektif untuk lahan gambut.

Ready to Scale Your Agriculture & Fertilizer Operations?

Our technical team is ready to help you select the right mineral specification for your industrial process.

150K MT

/month capacity

250 TPH

Crusher Plant

Export

Ready Port Bitung